.: THIS BLOG IS BUILT AND DEDICATED TO YOUR EYES ONLY :.

Sunday, January 2, 2011

who is erica allbright?

Apa yang dicari orang di internet setelah nonton film Social Network. Oh ternyata sama ama saya : Erica Allbright.

        Hasil gugling bilang : Erica Allbright, she’s real or not?

        Jutaan orang penasaran tentang perempuan yang sepertinya tak pernah bisa dilupakan Mark Zuckerberg ini. Jutaan orang pun gugling bukan untuk mencari tau siapa pemain Erica Allbright yang cakep ini. Tapi orang gugling untuk cari tau : She’s real or not?

        Erica Allbright,
        Dia rill atau cuma bumbu? Diskusi semakin asik saat teman saya percaya kalo sebagian besar kisah pendiri facebook di film itu kemungkinan bener, termasuk tentang Erica--meskipun Mark Zuckerberg bilang yang mirip di film itu hanya tas sangkilnya doang hehehe… * temen saya bilang sah-sah aja sih Zuckerberg bilang begitu, masa dia ngaku seautis itu hehehe *

        Yah film itu memang diadaptasi dari bukunya Ben Mezrich. Sedangkan dalam riset pembuatan novelnya Ben nggak berhasil melibatkan Mark. Mark nggak nanggapin permohonan Ben. Jadi Ben hanya menggali sumber dari orang-orang sekitar Mark Zuckerberg. Semua sudut pandang film ini berasal di luar Mark Zuckerberg. Mungkin kelihatannya timpang. Atau malah jadi objektif karna tidak ada koreksi dari Mark.

        Jadi kisahnya kira-kira “begitu” meskipun ngga persis atau sedramatis itu. Bumbu-bumbu pentinglah. Namanya juga felem hehe…

        Kalo saya nggak salah inget kisah tentang Erica Allbright dibukunya Ben nggak ada *koreksi kalo saya salah soalnya saya baca bukunya melompat-lompat*. Keberadaannya kayak dicut gitu.

        Kalo nyimak dialog antara Erica dan Mark diawal film, pasti semua orang geleng-geleng kepala. Kok ada ya orang macam Mark. Ingin rasanya saya jorogin Mark ke got, atau nimpuk kepalanya, biar nggak terlalu autis.

        Damn! Bukan begitu caranya memperlakukan cewek mark!

        Lebih parah lagi setelah mencerca Erica diblognya, Mark nggak pernah sungguh-sungguh minta maaf.

        Mark Mark Mark, apa susahnya sih minta maaf dengan tulus?

        Susah tentunya bagi Mark, mahluk aneh dengan gengsi setinggi Mount Everest. Nggak pernah dia merasa harus minta maaf atas apa yang dilakukannya… dia bahkan selalu mencari justifikasi tindakannya agar dimaklumi. Siapa nggak kesel coba?

        Kalo kisah ini benar, rasanya ironis banget. Orang yang membangun sebuah jaring sosial terbesar di dunia maya ternyata mahluk yang hampir-hampir antisosial, satu-satunya teman baiknyapun, Eduardo, ia tendang demi mengamankan egonya. Facebook adalah ego Mark, siapapun yang membahayakan facebook, tak perduli teman atau lawan akan ditendang Mark.

        Mungkin jutaan orang harus berterimakasih pada Mark, karna egonya itu facebook berhasil eksis. * Lagi-lagi sebuah ironi *

        Namun yang membuat trenyuh adalah sejenius dan seberapapun kayanya Mark, ternyata tak bisa membuat Erica melirik apalagi kembali padanya. Bagi Erica Allbright, Mark Zuckerberg bukan jenius aneh seperti orang kira. Dia tak lebih dari seorang asshole!

        Ini bukan lagi ironis, tapi tragis, brur! Pendiri facebook yang di add ribuan orang terus menunggu permohonan yang keliatannya tak akan pernah diconfirm oleh seorang usernya. Selamanya…
* nangis deh… kucing disebelah ane *

2 comments:

tengkuputeh said...

setiap manusia memiliki "hal yg aneh". Memang sangat sulit mengetahui sisi orang lain. Bahkan orang dekat sekalipun.

nuityper said...

selalu suka ke sini, karna background musiknya asik. sayang blognya jarang diupdate. kemana nih... yg punya blog? halo... bang...